Pencarian

Altinha Warnai Pasir Copacabana Jelang Piala Dunia 2026, Pesepakbola Brasil Tunjukkan Kelincahan

Sabtu, 30 Mei 2026 • 05:44:01 WIB
Altinha Warnai Pasir Copacabana Jelang Piala Dunia 2026, Pesepakbola Brasil Tunjukkan Kelincahan
Pesepakbola Brasil melatih altinha di pasir Copacabana sebagai persiapan Piala Dunia 2026.

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Altinha, yang dalam bahasa Portugis berarti "bola kecil", bukan sekadar pemanasan biasa. Olahraga ini dimainkan dalam lingkaran dengan aturan ketat: bola tidak boleh menyentuh pasir. Setiap pemain harus menjaga bola tetap melayang menggunakan kaki, dada, dan kepala — sebuah latihan kontrol bola tingkat tinggi yang menjadi ciri khas pesepakbola Brasil.

Latihan Khas Brasil Sejak Era Romário

Tradisi altinha sudah mengakar di pantai-pantai Rio sejak era 1990-an. Legenda seperti Romário, Ronaldo, hingga Neymar dikenal gemar memainkan altinha sebelum sesi latihan resmi. Di Copacabana, kelompok-kelompok kecil pemain terlihat berlatih setiap sore, menciptakan atmosfer kompetitif namun santai.

"Altinha mengajarkan sentuhan pertama yang sempurna. Tanpa itu, Anda tidak akan bisa bermain di level tinggi," ujar seorang instruktur lokal yang melatih anak-anak di pantai tersebut.

Piala Dunia 2026: Momentum Kebangkitan Sepak Bola Brasil

Brasil sendiri tengah bersiap menghadapi Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Tim Samba lolos sebagai salah satu favorit setelah tampil impresif di kualifikasi zona Conmebol. Kehadiran altinha di pasir Copacabana menjadi pengingat bahwa fondasi sepak bola Brasil dibangun bukan hanya di stadion megah, tetapi juga di pantai-pantai terbuka.

Para pengamat menilai permainan altinha membantu pemain Brasil mengembangkan kreativitas dan improvisasi — dua elemen yang kerap menjadi pembeda di turnamen besar. Bukan kebetulan jika Brasil memegang rekor lima gelar Piala Dunia.

Antara Hiburan dan Tradisi yang Terus Hidup

Bagi turis asing yang kebetulan berada di Rio, menyaksikan altinha menjadi pengalaman tersendiri. Beberapa dari mereka bahkan ikut bergabung dalam lingkaran, meski harus mengakui level kontrol bola pemain lokal masih jauh di atas rata-rata. Suasana di Copacabana menjadi perpaduan antara persiapan serius menuju Piala Dunia dan kegembiraan bermain sepak bola tanpa tekanan.

Dengan turnamen yang masih dua tahun lagi, tradisi altinha dipastikan akan terus menghiasi pasir Rio — menjadi saksi bisu bahwa sepak bola Brasil lahir dari sentuhan pertama di pantai, jauh sebelum sorotan lampu stadion dan gemuruh tribun penonton.

Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks