Pencarian

Siapkan Rp 74 Miliar untuk Armada Baru, IPCM Buka Suara Soal Merger BUMN hingga Efisiensi BBM

Selasa, 09 Juni 2026 • 16:02:31 WIB
Siapkan Rp 74 Miliar untuk Armada Baru, IPCM Buka Suara Soal Merger BUMN hingga Efisiensi BBM
Direktur Utama IPCM Shanti Puruhita menjelaskan proses evaluasi merger BUMN masih berlangsung dengan fokus pada sinergi keuangan.

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM) buka suara soal rencana restrukturisasi di lingkungan BUMN. Perusahaan pelat merah yang bergerak di jasa pemanduan dan penundaan kapal ini tengah mengevaluasi berbagai opsi pengembangan bisnis bersama pemegang saham, termasuk kemungkinan merger atau konsolidasi di Grup Pelindo.

Merger BUMN: Bukan Sekadar Menggabungkan, Tapi Perkuat Neraca

Direktur Utama IPCM Shanti Puruhita menegaskan, perusahaan tidak akan serta-merta mengikuti arahan tanpa kajian matang. "Yang paling utama adalah terciptanya sinergi keuangan. Aksi korporasi yang dilakukan harus menghasilkan struktur modal yang lebih baik, arus kas yang lebih kuat, dan membuat fundamental perusahaan semakin sehat," ujarnya dalam paparan publik virtual, Selasa (9/6).

Menurut Shanti, proses evaluasi masih berlangsung. Keputusan akhir ada di tangan pemegang saham setelah seluruh kajian selesai. Sebagai emiten terbuka, IPCM berkomitmen mematuhi ketentuan keterbukaan informasi jika ada keputusan strategis. "Setiap aksi korporasi harus didasarkan pada pertimbangan fundamental yang memberikan manfaat nyata, baik dari sisi efisiensi, daya saing, maupun kinerja keuangan," tegasnya.

BBM Naik, IPCM Siapkan Jurus Digital dan Hybrid

Di sisi lain, tren kenaikan harga BBM menjadi perhatian serius. Direktur IPCM Arief Hermawan menyebut BBM sebagai komponen biaya terbesar dalam bisnis jasa pemanduan kapal. Tanpa mitigasi, margin usaha bisa tergerus.

IPCM telah menerapkan sejumlah langkah. Pertama, optimalisasi pola operasional armada dengan mengurangi waktu tunggu kapal. Kedua, pengawasan konsumsi BBM secara digital—pemakaian bahan bakar dipantau berkala dan dibandingkan dengan standar operasional masing-masing kapal.

Langkah ketiga adalah adopsi teknologi ramah lingkungan. IPCM telah memasang shore connection di sejumlah pelabuhan untuk mengurangi konsumsi BBM saat kapal bersandar. Harbor generator juga terpasang di sekitar 20–22 kapal tunda. Yang terbaru, teknologi baterai hybrid telah diterapkan pada empat kapal pandu. "Kapal bisa menggunakan energi baterai saat tidak beroperasi, sehingga konsumsi bahan bakar turun drastis," jelas Arief. Tahun ini, dua kapal pandu tambahan akan dipasangi sistem serupa.

Program efisiensi ini tidak hanya menekan biaya, tapi juga mendukung agenda dekarbonisasi perusahaan. "Seluruh program tetap mengutamakan aspek keselamatan, keandalan operasional, dan kualitas layanan," kata Arief.

Ekspansi Armada dan Peluang dari Pelabuhan Baru

IPCM menyiapkan belanja modal Rp 74 miliar tahun ini untuk pengadaan armada baru. Fokus utama adalah memperkuat kapasitas operasional dan menangkap peluang bisnis di berbagai wilayah. "Penambahan armada diperlukan untuk menjaga keandalan layanan, meningkatkan fleksibilitas operasional, serta mendukung ekspansi ke segmen usaha dengan prospek pertumbuhan tinggi," ujar Arief.

Perseroan juga melihat potensi dari pengembangan sejumlah pelabuhan strategis di bawah Grup Pelindo. Peningkatan kapasitas pelabuhan diproyeksikan berdampak positif terhadap kebutuhan jasa pemanduan dan penundaan kapal ke depan.

Bagikan
Sumber: katadata.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks