PANGKALPINANG — Enam galeri investasi baru itu tersebar di institusi pendidikan, mencakup GI Digital BEI Universitas Anak Bangsa dan lima GI Edukasi di SMKN 1 Pangkalan Baru, SMAN 1 Pangkalpinang, SMAN 3 Pangkalpinang, SMKN 2 Pangkalpinang, serta SMAN 1 Namang. Dengan tambahan ini, jaringan GI BEI kini menjangkau lingkungan pemerintah daerah, perguruan tinggi, hingga SMA dan SMK di seluruh Bangka Belitung.
Peresmian dihadiri Kepala Divisi Pengembangan Pasar BEI Dedy Priadi, Kepala OJK Bangka Belitung Eko Wijaya, serta pimpinan perguruan tinggi dan sekolah mitra. “Kami ingin pasar modal makin dekat dengan masyarakat, melahirkan investor yang teredukasi, aktif, dan berpandangan jangka panjang,” ujar Dedy dalam sambutannya.
Program Literasi Menyasar 5.000 ASN hingga Nelayan Perempuan
BEI tidak hanya memperluas infrastruktur fisik. Sepanjang 2026, mereka menjalankan program strategis menjangkau beragam lapisan masyarakat. Di antaranya sosialisasi kepada 5.000 aparatur sipil negara di Bangka Tengah, literasi serentak bagi 1.000 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung, pembentukan 1.000 investor syariah bersama IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik, hingga pendampingan kelompok nelayan perempuan di Desa Batu Beriga.
Upaya itu membuahkan prestasi nasional. Pada GI Award 2025, GI Digital Kabupaten Belitung Timur dinobatkan sebagai galeri teraktif. Sementara GI Edukasi SMAN 4 Pangkalpinang berhasil mempertahankan predikat serupa dua tahun berturut-turut.
Lokakarya Wartawan dan Komitmen Sosial
Dalam rangkaian kegiatan, BEI juga menggelar lokakarya khusus wartawan guna memperdalam pemahaman insan pers agar penyampaian informasi investasi makin akurat. Tak hanya soal pasar modal, komitmen sosial BEI terjaga melalui program tanggung jawab perusahaan. Selama tiga tahun terakhir, BEI mendukung penanggulangan kemiskinan ekstrem berturut-turut di Belitung Timur, Kabupaten Bangka, dan tingkat provinsi.
Dengan penambahan enam galeri baru ini, BEI menargetkan pertumbuhan jumlah investor yang lebih merata dan berkelanjutan. Hingga akhir Mei 2026, data SID di Bangka Belitung mencapai 131.293, di mana 48.668 di antaranya berinvestasi pada saham. Angka ini menunjukkan kesadaran masyarakat terhadap investasi terus tumbuh pesat, sejalan dengan perluasan akses edukasi sejak usia muda.