Pencarian

Erupsi Gunung Lewotobi dan Ile Lewotolok, Bandara Frans Seda Maumere serta Gewayantana Larantuka Ditutup

Sabtu, 20 Juni 2026 • 18:37:31 WIB
Erupsi Gunung Lewotobi dan Ile Lewotolok, Bandara Frans Seda Maumere serta Gewayantana Larantuka Ditutup
Erupsi Gunung Lewotobi dan Ile Lewotolok menyebabkan penutupan sementara Bandara Frans Seda Maumere dan Gewayantana Larantuka.

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Bandara Frans Seda Maumere dan Bandara Gewayantana Larantuka resmi ditutup sementara pada hari ini menyusul erupsi dua gunung api di Flores Timur. Keputusan ini diambil otoritas bandara setelah koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terkait sebaran abu vulkanik yang membahayakan mesin pesawat.

Dua Gunung Erupsi Hampir Bersamaan

Gunung Lewotobi Laki-laki dan Gunung Ile Lewotolok mengalami peningkatan aktivitas vulkanik dalam beberapa hari terakhir. Erupsi yang terjadi mengeluarkan kolom abu setinggi ratusan meter dari puncak kawah, terbawa angin ke arah barat daya dan selatan—langsung melintasi jalur penerbangan menuju kedua bandara.

Menurut data sementara, abu vulkanik terdeteksi di ketinggian yang sama dengan pola approach pesawat komersial. Kondisi ini memaksa otoritas penerbangan sipil untuk menghentikan seluruh jadwal take-off dan landing hingga situasi dinyatakan aman.

Dampak terhadap Jadwal Penerbangan dan Aktivitas Warga

Penutupan dua bandara ini berdampak langsung pada konektivitas udara di kawasan Flores bagian timur. Sejumlah penerbangan dari dan ke Maumure serta Larantuka terpaksa dibatalkan atau dialihkan ke bandara terdekat yang masih beroperasi. Penumpang yang terdampak diimbau menghubungi maskapai masing-masing untuk penjadwalan ulang.

Di sisi lain, warga di sekitar lereng kedua gunung telah diingatkan untuk tidak beraktivitas dalam radius bahaya. PVMBG menetapkan status siaga di level III untuk Gunung Lewotobi Laki-laki dan level II untuk Ile Lewotolok. Pemerintah daerah setempat menyiagakan posko darurat di Kecamatan Ile Bura dan Wulanggitang.

Tidak Ada Korban Jiwa, Pantauan Berlanjut

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa akibat erupsi. Tim gabungan dari BPBD NTT, TNI, Polri, dan relawan terus memantau perkembangan di lapangan. Masyarakat diminta tetap tenang dan tidak mempercayai informasi yang tidak jelas sumbernya.

Bandara Frans Seda Maumere dan Gewayantana Larantuka akan kembali beroperasi setelah otoritas penerbangan memastikan abu vulkanik telah menyebar dan tidak lagi mengganggu jarak pandang serta kinerja mesin pesawat. Evaluasi dilakukan setiap enam jam berdasarkan data satelit dan laporan visual dari pos pengamatan gunung api.

Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks