Pencarian

Pemkab Bangka Barat Latih Pelajar SMK Anyam Kopiah Resam, Targetkan 102 Perajin Baru dari Generasi Muda

Selasa, 23 Juni 2026 • 19:35:31 WIB
Pemkab Bangka Barat Latih Pelajar SMK Anyam Kopiah Resam, Targetkan 102 Perajin Baru dari Generasi Muda
Siswa SMK Negeri Mentok mengikuti pelatihan anyam kopiah resam di Galeri Dendang, Desa Dendang.

MENTOK — Sebanyak 15 siswa SMK Negeri Mentok turun langsung ke Galeri Dendang, Desa Dendang, untuk belajar menganyam kopiah resam dari para perajin senior. Pelatihan sehari itu mencakup proses dari persiapan bahan baku hingga barang jadi siap jual.

Mengapa Kopiah Resam Jadi Prioritas?

Kopiah berbahan serat resam bukan sekadar aksesoris. Kepala Bidang Perindustrian Disperinaker Bangka Barat Agus Setyadi menyebut kerajinan ini sebagai salah satu produk unggulan IKM sektor kerajinan di kabupaten tersebut. "Kopiah berbahan serat resam merupakan salah satu identitas budaya Bangka Barat," katanya di Mentok, Senin.

Dari 626 pelaku IKM kerajinan di Bangka Barat, 102 orang tercatat menggeluti usaha kerajinan resam. Mereka tersebar di 11 desa, dengan konsentrasi terbesar di Desa Kacung (45 perajin), Desa Dendang (23 perajin), Desa Tugang (14 perajin), dan Desa Airbulin (12 perajin).

Pelajar Dibekali Keterampilan Pasar

Pelatihan tidak hanya berhenti pada teknik anyaman tradisional. Para siswa juga diajarkan berkreasi agar produk yang dihasilkan sesuai permintaan pasar. "Kita yakin anak-anak muda memiliki sentuhan dan daya kreasi sendiri yang menarik," ujar Agus.

Selama ini, serat resam masih diproduksi dalam jumlah terbatas untuk memenuhi kebutuhan kopiah, dompet, tas, dan beberapa benda pelengkap. Dengan keterampilan baru yang dimiliki para pelajar, Disperinaker berharap muncul produk alternatif lain dari bahan serat resam.

Galeri Dendang: Pusat Belajar dari Perajin Langsung

Para siswa belajar langsung dari perajin kopiah di Desa Dendang, yang dikenal sebagai salah satu sentra produksi kerajinan serat resam. Pendampingan dilakukan dari tahap awal hingga barang jadi, memastikan setiap peserta menguasai seluruh rangkaian produksi.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Disperinaker Bangka Barat untuk regenerasi perajin. Dengan populasi perajin yang saat ini didominasi usia di atas 40 tahun, pelibatan pelajar SMK diharapkan menjaga keberlangsungan kerajinan khas Bangka Barat tersebut.

Bagikan
Sumber: babelpos.disway.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks