Pencarian

PT Timah Tebar 850 Ribu Anakan Cumi di Pantai Tuing Bangka, Target Dongkrak Populasi dan Ekonomi Nelayan

Rabu, 24 Juni 2026 • 14:03:01 WIB
PT Timah Tebar 850 Ribu Anakan Cumi di Pantai Tuing Bangka, Target Dongkrak Populasi dan Ekonomi Nelayan
PT Timah bersama Yayasan Sayang Babel dan nelayan lokal melepas 850 ribu anakan cumi di Pantai Tuing, Bangka.

BANGKA — Pelepasan ratusan ribu anakan cumi-cumi ini bukan sekadar seremoni. PT Timah menggandeng Yayasan Sayang Babel Kite dan Kelompok Nelayan Tuing Desa Mapur untuk memastikan bibit yang ditebar memiliki tingkat hidup yang lebih tinggi sebelum dilepas ke alam liar.

Mengapa Anakan Cumi Harus Ditetaskan di Darat?

Ketua Yayasan Sayang Babel, Indra Ambalika, menjelaskan bahwa di alam liar, telur dan anakan cumi memiliki risiko tinggi dimangsa predator seperti ikan. Melalui proses penetasan di wadah terkontrol di darat, peluang hidup anakan cumi menjadi jauh lebih besar sebelum akhirnya dilepas ke laut.

"Restocking dilakukan untuk meningkatkan keberhasilan hidup cumi-cumi yang ditetaskan. Di alam, telur maupun anakan cumi memiliki risiko tinggi dimangsa predator seperti ikan," kata Indra dalam keterangan resmi yang diterima di Pangkalpinang, Rabu.

Dampak Ekonomi bagi Nelayan Tradisional

Cumi-cumi merupakan komoditas perikanan bernilai ekonomi tinggi dan menjadi salah satu andalan tangkapan nelayan di Pulau Bangka. Department Head Corporate Communication PT Timah Tbk, Anggi Siahaan, menyebut kegiatan ini bagian dari komitmen perusahaan terhadap prinsip environmental, social and governance (ESG).

"Kegiatan ini untuk mendukung kelestarian sumber daya perikanan, menjaga keanekaragaman hayati laut yang memberikan manfaat ekonomi bagi nelayan," ujar Anggi.

Dalam program ini, tim juga membuat tempat bertelur cumi-cumi di laut. Sebagian telur kemudian diambil dan ditetaskan di darat. Setelah menetas, anakan cumi langsung dilepaskan kembali ke perairan Pantai Tuing.

Apa Langkah Selanjutnya?

Indra berharap program restocking ini bisa menjadi pemicu bagi pemerintah dan komunitas nelayan untuk lebih serius menjaga keberlanjutan sumber daya cumi-cumi di Bangka. “Semoga ini menjadi perhatian bersama,” katanya.

PT Timah sendiri mengklaim konsisten menjalankan program rehabilitasi lingkungan yang mencakup aspek fisik, kimia, dan biologi sesuai kaidah pertambangan yang baik.

Bagikan
Sumber: babel.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks