KOBA — Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, tidak bisa lagi bekerja sendiri. Bupati Algafry Rahman mengakui, tantangan pembangunan saat ini terlalu rumit jika hanya mengandalkan birokrasi. Solusinya, kata dia, ada di kampus.
"Pembangunan daerah menghadapi berbagai tantangan yang tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah, tetapi membutuhkan kolaborasi dengan perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi," ujar Algafry di Koba, Jumat.
Rekomendasi Ilmiah untuk Kebijakan Tepat Sasaran
Algafry menyebutkan, Bangka Tengah kerap menjadi lokasi penelitian dan pengabdian masyarakat bagi berbagai perguruan tinggi, baik dari dalam maupun luar Provinsi Babel. Kegiatan itu dinilai memberikan kontribusi positif dalam mengidentifikasi potensi sekaligus persoalan yang dihadapi masyarakat.
"Peran akademisi sangat penting, karena hasil penelitian yang dilakukan dapat menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan," katanya.
Menurut dia, hasil kajian akademik tidak boleh berhenti sebagai dokumen ilmiah. Dokumen itu harus dimanfaatkan sebagai referensi dalam menyusun program pembangunan di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, ekonomi, sosial, lingkungan, hingga pemberdayaan masyarakat.
Potensi Daerah yang Bisa Dikembangkan
Bupati menyebut ada banyak potensi yang bisa dikembangkan melalui kajian ilmiah. Sektor-sektor prioritas itu meliputi pertanian, perikanan, pariwisata, dan UMKM.
"Peningkatan ekonomi, pendidikan, sosial, dan ekologi, menjadi fokus yang perlu terus didorong melalui kajian ilmiah. Banyak potensi yang bisa dikembangkan, baik sektor pertanian, perikanan, pariwisata, maupun UMKM," tuturnya.
Pemerintah daerah, kata Algafry, sangat terbuka untuk memperkuat kerja sama dengan perguruan tinggi. Tujuannya, hasil penelitian yang dihasilkan dapat langsung diimplementasikan dalam penyusunan kebijakan dan program pembangunan.
Sinergi Tiga Pilar untuk Pembangunan Berkelanjutan
Algafry menekankan, pembangunan berbasis bukti atau evidence-based hanya bisa berjalan jika ada sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, masyarakat, dan kalangan akademisi. Ia optimistis, kolaborasi ini mampu menjawab tantangan pembangunan daerah secara berkelanjutan.
"Sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan kalangan akademisi perlu terus diperkuat agar pembangunan di Bangka Tengah berjalan lebih efektif, berbasis bukti, serta mampu menjawab tantangan pembangunan daerah secara berkelanjutan," pungkasnya.