KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — CEO GAC Indonesia Andry Ciu menyatakan pertumbuhan jumlah pelanggan menjadi tanggung jawab untuk terus memperkuat jaringan dealer. “Ekspansi jaringan dealer menjadi wujud komitmen kami untuk terus menjaga dan memperkuat kepercayaan tersebut,” ujarnya dalam keterangan resmi yang dikutip Senin (16/6).
53 Dealer Beroperasi, Tambahan Baru Dikebut
Saat ini GAC telah mengoperasikan total 53 jaringan dealer di seluruh Indonesia. Rencana ekspansi akan terus berjalan hingga akhir 2026, seiring dengan penerimaan publik terhadap kendaraan listrik buatan mereka yang dinilai semakin kuat.
Langkah ini tidak semata-mata strategi bisnis. Menurut GAC, perluasan jaringan merupakan respons langsung terhadap meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap produk mereka.
Penjualan Grosir Tumbuh 84,2 Persen, Kontribusi Pasar 0,9 Persen
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), GAC mencatat penjualan grosir sebanyak 3.399 unit pada periode Januari-Mei 2026. Angka ini memang masih kecil—hanya sekitar 0,9 persen dari total penjualan mobil nasional. Namun, pertumbuhan tahunan wholesale GAC termasuk yang tertinggi, mencapai 84,2 persen.
Tren positif ini sejalan dengan performa global GAC. Secara kumulatif, penjualan global GAC pada Januari-Mei 2026 mencapai 628.200 unit, naik 3,8 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Aion Jadi Motor Pertumbuhan, UT Pendorong Utama
Submerek kendaraan listrik Aion menjadi salah satu penyumbang pertumbuhan terbesar GAC secara global. Pengiriman kendaraan Aion mencapai 144.100 unit, melonjak 62,3 persen. Di Indonesia, GAC hadir dengan dua submerek: Aion yang menawarkan tiga model, dan Hyptec dengan satu model.
Aion UT, model terbaru yang dirilis di Indonesia, menjadi pendorong utama penjualan. Kontribusinya mencapai sekitar 40 persen dari total penjualan merek GAC di dalam negeri.