Pencarian

Bupati Bangka Barat Dorong Orang Tua Jadi Garda Terdepan Literasi Digital Anak, Ini 3 Kunci Ketahanan Keluarga

Senin, 29 Juni 2026 • 21:11:01 WIB
Bupati Bangka Barat Dorong Orang Tua Jadi Garda Terdepan Literasi Digital Anak, Ini 3 Kunci Ketahanan Keluarga
Bupati Bangka Barat Markus menekankan pentingnya peran orang tua dalam literasi digital anak.

MENTOK — Bupati Bangka Barat Markus menegaskan bahwa keluarga adalah benteng pertama dan utama dalam membentuk karakter anak di tengah gempuran era digital. Menurutnya, orang tua tidak bisa lagi sekadar menyediakan gawai, tetapi harus aktif mendampingi dan mengawasi agar teknologi digunakan secara bijak.

"Penguatan peran keluarga penting kita lakukan bersama karena keluarga merupakan lingkungan pertama yang membentuk karakter anak," kata Markus di Mentok, Senin.

Mengapa Keluarga Menjadi Kunci Literasi Digital?

Markus menjelaskan bahwa kualitas sumber daya manusia sangat ditentukan oleh pola pengasuhan di lingkungan keluarga. Ia memperingatkan bahwa bencana demografi bisa terjadi jika usia produktif tidak berkualitas. Oleh karena itu, pola asuh yang baik harus dimulai dari rumah, bukan hanya dari sekolah atau pemerintah.

"Jadikan rumah sebagai edukasi untuk menciptakan anak yang kolaboratif, tidak hanya dibebankan kepada seorang ibu tapi keterlibatan ayah dan jangan biarkan pikiran dan perilaku dipengaruhi gawai," ujar Markus.

Tiga Pilar Penguatan Ketahanan Keluarga

Pemerintah Kabupaten Bangka Barat mendorong tiga aspek utama dalam membangun ketahanan keluarga. Pertama, komunikasi yang hangat antara orang tua dan anak. Kedua, pendidikan karakter yang konsisten. Ketiga, keterlibatan ayah secara aktif dalam proses pengasuhan, bukan hanya ibu.

Literasi digital, menurut Markus, harus ditanamkan sejak dini kepada seluruh anggota keluarga. Tujuannya agar teknologi dimanfaatkan secara positif dan tidak menimbulkan dampak negatif bagi perkembangan sosial anak.

Edukasi dan Penyuluhan Jadi Program Andalan

Untuk mewujudkan hal tersebut, pemerintah daerah akan menggencarkan berbagai kegiatan edukasi. Mulai dari penyuluhan pola asuh, literasi digital, konsultasi keluarga, hingga kegiatan sosial yang mempererat hubungan antar anggota keluarga.

Markus menekankan bahwa keluarga yang tangguh tidak hanya diukur dari kemampuan memenuhi kebutuhan ekonomi. Lebih dari itu, kehadiran orang tua dalam mendampingi anak, membangun komunikasi yang hangat, serta menciptakan suasana rumah yang aman dan nyaman menjadi indikator utama.

"Keluarga adalah investasi terbesar dalam mencetak generasi emas Indonesia. Mari bersama-sama memperkuat peran keluarga agar mampu menghadapi berbagai tantangan di era digital dan mewujudkan masyarakat Bangka Barat yang semakin maju, sejahtera dan berdaya saing," pungkas Markus.

Bagikan
Sumber: babel.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks