TOBOALI — Kepala BPS Bangka Selatan, Agung Rachmadi, bersama jajarannya mendatangi langsung ruang kerja Wakil Bupati Debby Vita Dewi untuk melakukan pendataan. Langkah itu menjadi simbol dimulainya Sensus Ekonomi 2026 di wilayah yang dikenal dengan potensi timah dan perkebunan sawitnya.
Dalam proses sensus, Debby menjawab sejumlah pertanyaan petugas terkait informasi ekonomi yang dibutuhkan. Ia mengaku bersyukur bisa menjadi bagian dari pendataan nasional yang berlangsung sepuluh tahun sekali ini.
Mengapa Partisipasi Warga Sangat Vital?
Debby menegaskan bahwa kualitas data sangat bergantung pada kejujuran masyarakat saat petugas BPS datang ke rumah atau tempat usaha. "Partisipasi masyarakat sangat menentukan kualitas data yang dihasilkan. Data yang valid akan menjadi dasar penting dalam menggambarkan kondisi perekonomian daerah secara menyeluruh," ujarnya di Toboali.
Ia meminta warga tidak menutup-nutupi informasi atau memberikan data yang tidak sesuai fakta. "Berikan data yang valid, akurat, dan sesuai dengan kondisi riil, karena data tersebut sangat penting bagi pembangunan daerah," tambah Debby.
Hasil Sensus Jadi Acuan Kebijakan Pemkab
Wakil bupati menjelaskan bahwa hasil Sensus Ekonomi 2026 tidak sekadar angka statistik. Data itu akan menjadi landasan pemerintah daerah dalam menyusun program pembangunan, mulai dari alokasi anggaran hingga kebijakan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Bangka Selatan.
"Saya ucapkan kembali apresiasi kepada BPS Kabupaten Bangka Selatan dan seluruh petugas lapangan. Dan juga berharap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 berjalan lancar serta mampu menghasilkan data berkualitas yang menjadi landasan pembangunan Bangka Selatan yang lebih maju," pungkasnya.
Kunjungan BPS ke kantor wakil bupati ini menjadi bagian dari rangkaian panjang pendataan yang akan menyasar ribuan pelaku usaha, rumah tangga, dan lembaga di seluruh kecamatan di Bangka Selatan. Petugas lapangan mulai bergerak secara serentak sejak awal Juli 2026.