BELITUNG — Pemerintah Kabupaten Belitung mendorong PT Timah Tbk untuk memprioritaskan sektor pariwisata, UMKM, ekonomi kreatif, dan sumber daya manusia dalam program pemberdayaan masyarakat melalui Rencana Induk Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (RIPPM) yang tengah diperbarui.
Menyelaraskan Program Perusahaan dengan Rencana Daerah
Sekretaris Daerah Kabupaten Belitung, Marzuki, menilai pembaruan RIPPM menjadi momentum strategis untuk menyinergikan program perusahaan dengan arah pembangunan daerah. Menurutnya, potensi besar ada di sektor pariwisata, pertanian, perikanan, dan peningkatan kualitas SDM.
"Sektor-sektor ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui program pemberdayaan," ujar Marzuki dalam sambutannya di hadapan perwakilan organisasi perangkat daerah, camat, kepala desa, dan tokoh masyarakat.
Mengapa RIPPM Perlu Diperbarui?
Kepala Cabang Dinas ESDM Wilayah Belitung, Martoni, menambahkan bahwa pembaruan RIPPM menjadi penting agar program pemberdayaan mampu mengikuti perubahan kondisi sosial, ekonomi, dan lingkungan yang dinamis.
Ia berharap PT Timah dapat menyerap aspirasi masyarakat secara menyeluruh. "Program harus memberikan manfaat luas dan berkelanjutan bagi warga di sekitar wilayah operasional perusahaan," kata Martoni.
FGD Jadi Wadah Serap Aspirasi Masyarakat
FGD ini merupakan bagian dari rangkaian konsultasi publik yang digelar PT Timah untuk menyusun dokumen RIPPM yang lebih tepat sasaran. Forum dihadiri oleh perwakilan pemerintah daerah, instansi terkait, hingga tokoh masyarakat di wilayah operasional perusahaan.
Melalui forum ini, PT Timah bersama pemerintah dan masyarakat diharapkan dapat merumuskan program pemberdayaan yang memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi warga Belitung.