KOBA — Sebanyak 63 perwakilan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dari seluruh desa dan kelurahan di Bangka Tengah mengikuti workshop yang digelar Disperindagkop-UKM setempat. Kegiatan ini menjadi ajang bagi para pengurus koperasi untuk memperkuat kapasitas pengelolaan usaha di tengah dinamika ekonomi modern.
Potensi Usaha yang Bisa Dikelola Koperasi Desa
Sekda Bangka Tengah, Ahmad Syarifullah Nizam, menyebut sejumlah potensi daerah yang melimpah dan siap dikelola oleh koperasi. Mulai dari usaha pertanian, perkebunan, perikanan, hingga distribusi pupuk, benih, dan sarana produksi.
“Selain itu juga pengelolaan sembako dan kebutuhan pokok masyarakat, pengembangan produk unggulan desa dan UMKM, jasa logistik, pemasaran digital, hingga pariwisata berbasis desa,” kata Nizam, Kamis (2/7/2026).
Modal Bukan Segalanya, SDM Jadi Kunci
Nizam menegaskan bahwa potensi besar tersebut tidak akan menghasilkan apa-apa tanpa manajemen yang sehat dan sumber daya manusia yang berkualitas. Menurutnya, keberhasilan koperasi lebih ditentukan oleh tata kelola yang baik dan komitmen pengurus dibandingkan besarnya modal.
“Keberhasilan koperasi tidak hanya ditentukan besarnya modal, tapi lebih ditentukan sumber daya manusia, tata kelola yang baik dan komitmen seluruh pengurus dan anggota,” tegasnya.
Bukan Sekadar Seremonial
Orang nomor satu di lingkup Pemkab Bangka Tengah itu berharap workshop ini menjadi ruang diskusi yang hidup dan menghasilkan tindakan nyata di lapangan. Ia meminta agar setiap koperasi mampu menangkap peluang usaha yang realistis dan berkelanjutan.
“Saya berharap workshop ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi menjadi ruang belajar, berdiskusi, dan berbagi pengalaman,” ujar Nizam.
Ia juga berpesan kepada para pengurus agar selalu menjaga kepercayaan anggota dan terus meningkatkan kapasitas diri untuk mampu bersaing di era modern.