PANGKALPINANG — Subsidi diberikan maksimal Rp250.000 per siswa setiap bulan. Kebijakan ini diambil di tengah tingginya minat masyarakat memasukkan anak ke sekolah negeri, yang berpotensi membuat sekolah swasta kehilangan peserta didik.
Ancaman Sepi Murid di Sekolah Swasta
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Babel, Didit Srigusjaya, menekankan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem pendidikan. Menurutnya, peran sekolah swasta setara dengan sekolah negeri dalam mencerdaskan generasi penerus.
“Kita tidak boleh membiarkan tren di mana semua orang hanya mengincar sekolah negeri, sementara sekolah swasta perlahan kehilangan murid hingga kosong. Nasib dan keberlangsungan sekolah swasta juga harus menjadi perhatian kita bersama,” ujar Didit, Senin (13/7/2026).
Bukan Sekadar Bansos, tapi Penyelamatan Institusi
Pemerintah provinsi menegaskan program ini bukan sekadar bantuan sosial bagi siswa. Tujuan utamanya adalah menjaga keberlangsungan operasional lembaga pendidikan swasta di Bangka Belitung agar tetap eksis.
Anggaran sebesar Rp5,9 miliar tersebut akan dikelola untuk memastikan sekolah swasta tidak kekurangan jumlah peserta didik. Subsidi SPP ini diharapkan meringankan beban orang tua sekaligus menstabilkan pendapatan sekolah.
Bantuan akan didistribusikan ke seluruh kabupaten dan kota di Babel. Setiap siswa yang memenuhi syarat akan menerima subsidi maksimal Rp250.000 per bulan.