BANGKA — Sebanyak 241 peserta dari kalangan mahasiswa, dosen, dan akademisi memadati Gedung Perkuliahan dan Laboratorium Kesehatan Terpadu UBB. Mereka mengikuti pemaparan langsung dari Direktur Beasiswa LPDP Dwi Larso dan Kepala Subdivisi Rekrutmen dan Seleksi Beasiswa LPDP Sri Resmawati Budi Prabawani.
Mengapa Angka Partisipasi Kuliah di Babel Masih Rendah?
Rektor UBB Prof. Dr. Ibrahim, S.Fil., M.Si., menyoroti kondisi ironis di daerah yang kaya sumber daya alam ini. Ia mengingatkan fenomena resource curse atau kutukan sumber daya alam.
“Ada kondisi di mana kita kaya dengan sumber daya alam. Daerah yang kaya sumber daya alam, jika tidak prepare, suatu hari bisa menjadi miskin karena sumber daya alamnya habis sementara SDM-nya tidak siap,” ujarnya di hadapan peserta.
Dua Jalur Utama Beasiswa: STEM untuk Industri dan SHARE untuk Sosial
Direktur Beasiswa LPDP Dwi Larso menjelaskan, pendaftaran Tahap II 2026 telah dibuka sejak 30 Juni hingga 31 Juli 2026. LPDP kembali membuka dua program utama, yakni Beasiswa STEM Industri Strategis dan Beasiswa SHARE (Social, Humanities, Arts for People, Religious Studies, Economics).
Fokus pendanaan bidang STEM diarahkan ke sektor strategis nasional seperti pangan, energi, pertahanan, kecerdasan artifisial (AI), semikonduktor, kesehatan, hingga hilirisasi. Sementara bidang SHARE tetap mendapat porsi untuk memperkuat aspek sosial, ekonomi, budaya, dan kebijakan publik.
“Kami yakin betul, ini gaspol mengejar ketertinggalan. Malaysia, Vietnam, Thailand memiliki lulusan S2 dan S3 sekitar lima kali lipat dibanding Indonesia secara per kapita,” tegas Dwi Larso.
Kebijakan Baru: Syarat Bahasa Inggris Dilonggarkan, Kampus Tujuan Bertambah
LPDP memperkenalkan sejumlah perubahan kebijakan yang memudahkan pendaftar. Keringanan persyaratan kemampuan Bahasa Inggris menjadi sorotan utama, termasuk penghapusan kewajiban sertifikat bahasa bagi pendaftar yang telah memiliki Letter of Acceptance (LoA) Unconditional.
LPDP juga menambah pilihan sertifikat bahasa seperti Duolingo English Test, TOEP, serta sertifikat dari pusat bahasa perguruan tinggi dalam negeri. Selain itu, jumlah Universitas Unggulan bertambah dari 17 menjadi 31 universitas, dengan tambahan 14 kampus khusus untuk program studi STEM.
Dana Abadi Rp 195 Triliun dan Capaian 58.749 Penerima Beasiswa
Saat ini, LPDP mengelola Dana Abadi Pendidikan sebesar Rp195,81 triliun setelah mendapat tambahan Rp15 triliun per 30 Juni 2026. Sejak 2013 hingga Mei 2026, LPDP telah melahirkan 58.749 penerima beasiswa, dengan 34.334 di antaranya telah menjadi alumni.
Pada Seleksi Tahap I 2026, sebanyak 2.753 peserta dinyatakan lulus seleksi substansi dari total 32.794 pendaftar. Jumlah tersebut meningkat 33,22 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Alumni Jadi Motivator: Kisah Nyata Penerima Beasiswa
Suasana seminar semakin hangat ketika alumni penerima LPDP yang tergabung dalam Mata Garuda Bangka Belitung membagikan pengalaman mereka selama menempuh pendidikan. Kisah para alumni diharapkan mampu memotivasi lebih banyak putra-putri daerah untuk berani mendaftar.
Selain dua program utama, LPDP juga menawarkan Beasiswa Akselerasi pada Universitas Unggulan, Beasiswa Keolahragaan, hingga Beasiswa Talenta Riset dan Inovasi Nasional Jalur Doctor by Research.