PANGKALPINANG — Suasana berbeda terasa di Terminal VIP Bandara Depati Amir, Rabu siang. Rombongan Komisi XII DPR RI yang dipimpin Bambang Patijaya tiba untuk menjalankan kunjungan kerja spesifik tahun 2026. Mereka langsung disambut oleh Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Fery Afriyanto, yang mewakili Gubernur Hidayat Arsani.
Prosesi penyambutan berlangsung singkat namun sarat makna. Para anggota dewan dikalungi syal cual, kain tenun khas Bangka Belitung, sebagai simbol penghormatan. Setelah itu, rombongan langsung menuju ruang pertemuan untuk membahas agenda pengawasan.
Tiga Isu yang Jadi Sorotan Komisi XII
Fery Afriyanto menyebutkan, ada tiga isu strategis yang menjadi fokus pembahasan dalam kunjungan ini. Pertama, hilirisasi industri timah yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah. Kedua, percepatan pembangunan infrastruktur energi. Ketiga, peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui sektor pendidikan.
"Kami siap mendampingi dan memaparkan kondisi terkini di lapangan kepada Komisi XII. Ini bagian dari pengawasan agar program pusat dan daerah berjalan selaras," ujar Fery dalam sambutannya.
Pendampingan dari Sejumlah Kepala Dinas
Dalam pertemuan tersebut, Fery didampingi oleh Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Plt. Kepala Dinas Pendidikan, Plt. Kepala Biro Pemerintahan, Kepala Biro Umum, serta Plt. Kepala Biro Administrasi Pimpinan. Kehadiran lintas dinas ini menunjukkan bahwa ketiga isu tersebut saling terkait dan membutuhkan koordinasi antar-sektor.
Mengapa Kunjungan Ini Penting bagi Warga Babel?
Kunjungan kerja Komisi XII DPR RI bukan sekadar seremoni. Bagi warga Bangka Belitung, hasil pengawasan ini akan berdampak langsung pada kebijakan tata kelola timah yang lebih transparan, pasokan listrik yang lebih stabil, serta perbaikan mutu sekolah kejuruan. Komisi XII diketahui memiliki mitra kerja di bidang energi, riset, dan pendidikan.
Belum ada pernyataan resmi dari Bambang Patijaya mengenai temuan awal di lapangan. Namun, pertemuan ini dijadwalkan berlanjut dengan kunjungan ke sejumlah lokasi tambang dan fasilitas pendidikan di Pulau Bangka dalam dua hari ke depan.