TANJUNGPANDAN — Keikutsertaan UMKM binaan PT Timah Tbk di Belitung Expo 2026 kembali membuktikan bahwa pameran menjadi strategi efektif memperluas pasar produk lokal. Ajang yang digelar dalam rangka Hari Jadi Kota Tanjungpandan ke-188 ini menjadi momentum bagi para pelaku usaha untuk mendongkrak penjualan sekaligus memperkenalkan produk khas Bangka Belitung ke khalayak yang lebih luas.
Keripik Jagung Jadi Primadona, Rusip Laris Manis
Salah satu mitra binaan PT Timah, Asriani, mengaku kewalahan melayani permintaan pengunjung. Dari tiga produk andalannya, Keripik Jagung Asri menjadi yang paling dicari selama pameran berlangsung.
"Yang paling banyak dicari biasanya keripik jagung, jadi stok yang saya bawa lebih banyak. Untuk rusip juga saya siapkan sekitar 100 botol karena banyak dicari pengunjung," ujar Asriani.
Tak hanya keripik jagung, produk fermentasi ikan khas Belitung, Rusip Asri, juga mencatatkan permintaan tinggi. Dalam satu kali pameran, Asriani mengaku omzet yang diraup bisa mencapai Rp 7 juta hingga Rp 10 juta. Angka ini bahkan belum termasuk pesanan lanjutan yang masuk secara online setelah acara usai.
Dampak Pameran: Omzet Langsung Naik, Pasar Meluas ke Luar Daerah
Bagi Asriani, Belitung Expo 2026 bukanlah pengalaman pertama. Sejak bergabung sebagai mitra binaan PT Timah pada 2016, ia telah mengikuti berbagai pameran di sejumlah kota, mulai dari Jakarta, Palembang, Lampung, hingga Yogyakarta.
Dampaknya signifikan. Selain penjualan yang meningkat drastis selama pameran, produknya kini mulai dikenal masyarakat dari berbagai daerah. Penjualan rusip, misalnya, mampu menembus 300 hingga 500 botol seiring meningkatnya minat konsumen setelah mengenal produk tersebut lewat pameran.
"Saya sangat berterima kasih kepada PT Timah karena terus memberikan kesempatan kepada UMKM untuk mengikuti pameran. Fasilitas yang diberikan juga sangat membantu kami dalam mengembangkan usaha," ungkap Asriani.
Dukungan PT Timah: Bukan Sekadar Stand Pameran
PT Timah Tbk tidak hanya membuka akses promosi bagi pelaku UMKM. Perusahaan pelat merah itu juga memberikan fasilitas akomodasi dan transportasi agar para mitra binaan bisa lebih fokus memasarkan produknya tanpa terbebani biaya logistik.
Asriani berharap program pendampingan dan promosi ini terus berlanjut. Menurutnya, semakin banyak UMKM lokal yang perlu mendapatkan kesempatan serupa untuk menembus pasar yang lebih luas dan meningkatkan daya saing produk khas Bangka Belitung.