TOBOALI — Sebanyak 170 ibu hamil dari tiga kelurahan di Kecamatan Toboali mengikuti program Penggerakan Bumil Sehat yang digelar Pemkab Bangka Selatan, Senin (6/7/2026). Kegiatan yang berlangsung di Halaman Kantor Kelurahan Teladan ini merupakan bagian dari upaya menekan prevalensi stunting dan menurunkan angka kematian ibu dan bayi di wilayah tersebut.
Kepala DKPPKB Basel, dr. Agus Pranawa, menyebut program ini menjadi langkah promotif dan preventif untuk memastikan setiap ibu hamil mendapatkan pelayanan kesehatan optimal. “Penggerakan Bumil Sehat merupakan salah satu upaya promotif dan preventif untuk mewujudkan ibu hamil yang sehat, berpengetahuan, serta mendapatkan pelayanan kesehatan selama masa kehamilan sebagai langkah pencegahan stunting sejak sebelum bayi lahir,” katanya saat membuka acara.
Angka Kematian Ibu dan Bayi di Basel Meningkat
Data DKPPKB Basel menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Pada Semester I tahun 2026, tercatat 5 kasus kematian ibu dan 13 kasus kematian bayi. Angka ini meningkat dibandingkan tahun 2025 yang mencatat 2 kasus kematian ibu dan 8 kasus kematian bayi.
“Data tersebut menjadi perhatian serius bagi kita semua. Oleh karena itu, Penggerakan Bumil Sehat Tahun 2026 dilaksanakan sebagai upaya nyata untuk menurunkan angka kematian ibu, angka kematian bayi, sekaligus menekan prevalensi stunting di Basel,” tegas dr. Agus.
Pemeriksaan Kehamilan Minimal 6 Kali, Wajib USG Dua Kali
Dalam program ini, pemerintah mendorong ibu hamil mengikuti kelas ibu hamil minimal empat kali, dengan satu pertemuan wajib didampingi suami. Tujuannya agar keluarga memahami tanda-tanda bahaya selama kehamilan dan mampu memberikan dukungan optimal.
Dr. Agus menjelaskan, standar pemeriksaan kehamilan kini ditingkatkan menjadi minimal enam kali, naik dari sebelumnya empat kali. Aturan ini sesuai rekomendasi WHO yang telah diterapkan sejak 2021. Dari enam kali pemeriksaan tersebut, dua di antaranya wajib menggunakan layanan ultrasonografi (USG).
10 Puskesmas Butuh USG, Satu Unit Rusak
Pemkab Basel terus berupaya memperkuat layanan kesehatan ibu hamil melalui penyediaan sarana dan prasarana. Berdasarkan data DKPPKB, saat ini terdapat kebutuhan 10 unit alat USG untuk 10 puskesmas di Basel. Namun, satu unit di antaranya masih dalam kondisi rusak.
Selain USG, posyandu juga diperkuat dengan layanan antropometri guna memantau pertumbuhan dan perkembangan fisik anak secara berkala.
Rangkaian Tiga Hari: Bumil Sehat hingga Germas
Program Penggerakan Bumil Sehat merupakan bagian dari rangkaian kegiatan tiga hari yang digelar DKPPKB Basel. Pada hari pertama, Senin (6/7/2026), dilaksanakan Penggerakan Bumil Sehat. Selanjutnya, Selasa (7/7/2026), akan digelar Penggerakan Cegah Stunting.
Sedangkan pada hari ketiga, Rabu (8/7/2026), digelar Penggerakan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Rangkaian ini menjadi bentuk kesinambungan intervensi pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak serta mendukung percepatan penurunan stunting di Basel.
Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur lintas sektor, mulai dari jajaran kepala perangkat daerah, Tim Penggerak PKK, Dharma Wanita Persatuan, para camat, hingga kader kesehatan dari Kelurahan Teladan, Toboali, dan Tanjung Ketapang. Dua narasumber dihadirkan dalam penyuluhan, yakni dr. Agus Pranawa dan dr. Marko Adyo Rikardo Panjaitan, Sp.OG, dokter spesialis obstetri dan ginekologi RSUD Junjung Besaoh.