TANJUNGPANDAN — Bupati Belitung, Djoni Alamsyah Hidayat, mengungkapkan bahwa pihaknya terus mendorong inovasi pembiayaan melalui skema creative financing dan penguatan iklim investasi. Sektor pariwisata menjadi ujung tombak utama dalam strategi ini karena dinilai sebagai sektor unggulan daerah yang mampu menggerakkan ekonomi secara langsung.
"Kami terus mendorong inovasi pembiayaan melalui skema creative financing dan penguatan iklim investasi, khususnya pada pariwisata yang menjadi sektor unggulan daerah," kata Djoni dalam sidang paripurna Pertanggungjawaban APBD Kabupaten Belitung Tahun Anggaran 2025 di Tanjungpandan, Selasa.
Rute Penerbangan Internasional Tanpa APBD
Salah satu langkah konkret yang sudah diwujudkan adalah pembukaan rute penerbangan maskapai Scoot dari Singapura menuju Belitung. Kebijakan ini disebut berhasil dijalankan tanpa menggunakan pembiayaan dari APBD, sebuah terobosan yang jarang terjadi di daerah lain.
Menurut Djoni, kebijakan tersebut secara bertahap mulai memberikan dampak positif. Peningkatan kunjungan wisatawan asing mulai terlihat, gairah aktivitas ekonomi di sektor akomodasi dan kuliner ikut bergerak, serta realisasi investasi mulai menunjukkan tren pertumbuhan.
Optimalisasi PAD Melalui Digitalisasi Pajak
Selain pembiayaan kreatif, Pemkab Belitung juga fokus mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Strategi yang dijalankan mencakup intensifikasi dan ekstensifikasi pajak, digitalisasi sistem pajak dan retribusi, serta peningkatan kepatuhan wajib pajak.
Pemerintah daerah juga mengembangkan potensi ekonomi daerah secara berkelanjutan agar basis penerimaan tidak hanya bergantung pada satu sektor. Djoni menegaskan, kemandirian fiskal Belitung dibangun di atas dua prinsip utama: memperkuat kapasitas fiskal daerah dan menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas.
Setiap Rupiah Harus Kembali ke Masyarakat
Bupati menekankan bahwa tujuan akhir dari pengelolaan fiskal ini bukan sekadar menaikkan angka pendapatan daerah. Lebih dari itu, setiap rupiah yang diperoleh harus dapat kembali dirasakan manfaatnya oleh masyarakat secara langsung.
"Tujuan akhir dari pengelolaan fiskal ini bukan sekadar menaikkan angka pendapatan daerah, melainkan memastikan bahwa setiap rupiah yang diperoleh dapat kembali dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," ujarnya.
Langkah strategis ini menjadi penting mengingat tren penurunan dana transfer dari pusat yang dialami hampir seluruh daerah di Indonesia. Belitung berupaya menjadi contoh bahwa kemandirian fiskal bisa dibangun tanpa harus membebani anggaran daerah dengan skema pembiayaan yang inovatif.