SUNGAILIAT — Angka stunting di Kabupaten Bangka masih menjadi pekerjaan rumah yang serius. Realisasi program Genting di daerah ini baru mencapai 370 sasaran dari total target 993 keluarga berisiko stunting hingga Juni 2026.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Bangka, Mina, mengatakan program Genting merupakan gotong royong nasional untuk membantu keluarga berisiko stunting. Intervensi yang diberikan mencakup nutrisi dan non-nutrisi.
“Untuk gerakan ini mengutamakan keluarga kurang mampu, beda dengan stunting untuk anak yang mengalami perlambatan pertumbuhan,” ungkap Mina.
Intervensi dari Makanan hingga Rumah Layak Huni
Bantuan yang diberikan dalam program Genting meliputi pemberian makanan sehat bergizi, edukasi melalui sosialisasi dan penyuluhan, serta pembangunan rumah layak huni. Sasaran program ini adalah ibu hamil, ibu menyusui, anak usia nol hingga 23 bulan, dan keluarga kurang mampu.
Kepala Perwakilan BKKBN Kepulauan Bangka Belitung, Fazar Supriadi Sentosa, menyebutkan target Genting di provinsi itu sebanyak 4.686 sasaran, namun baru tercapai 2.346 sasaran. Di Kabupaten Bangka, capaiannya masih sangat rendah.
“Di Kabupaten Bangka nutrisinya 19, perbaikan rumahnya masih kosong, air bersih belum, jamban, dan edukasinya masih kurang,” beber Fazar.
Bupati: Ini Pekerjaan Ikhlas dan Serius
Bupati Bangka Fery Insani menegaskan program ini harus digerakkan secara bersama-sama. Ia meminta perusahaan swasta tidak ragu menyisihkan dana CSR untuk membantu program Genting di wilayah usahanya.
“Kalau itu kaum duafa, hak orang keluarkan, jangan ragu berinfak, jangan takut bersadaqoh, tidak ada dermawan yang menjadi fakir. Percayalah banyak sadaqoh itu banyak rezeki dan bermanfaat untuk kita,” tegas Fery.
Fazar menambahkan, anak yang sudah mengalami stunting di usia dua tahun akan menjadi beban jangka panjang, baik bagi dirinya sendiri, keluarga, maupun negara. “Kalau anak itu stunting tidak bisa apa-apa lagi,” katanya.
Penandatanganan nota kesepakatan ini diharapkan mendorong lebih banyak perusahaan swasta berpartisipasi aktif, terutama dalam penyediaan rumah layak huni, air bersih, dan jamban yang saat ini masih kosong di Kabupaten Bangka. Data menunjukkan, dari total intervensi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, baru ada empat rumah layak huni yang terbangun, enam jamban, dan 376 bantuan nutrisi.