Pencarian

Pemkab Bangka Kembangkan 200 Inovasi Pembangunan Berkelanjutan, dari Revitalisasi Sekolah hingga Aplikasi Pajak Digital

Sabtu, 11 Juli 2026 • 16:59:01 WIB
Pemkab Bangka Kembangkan 200 Inovasi Pembangunan Berkelanjutan, dari Revitalisasi Sekolah hingga Aplikasi Pajak Digital
Bupati Bangka Fery Insani memaparkan 200 inovasi pembangunan berkelanjutan yang telah diimplementasikan oleh OPD.

SUNGAILIAT — Bupati Bangka Fery Insani menyebut inovasi yang diinisiasi oleh seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) telah menjadi sumbu percepatan pembangunan. "Tercatat ada 200 inovasi yang diinisiasi oleh organisasi perangkat daerah dan telah diimplementasikan dengan efektif," jelas dia di Sungailiat, Sabtu.

Menurut Fery, inovasi merupakan variabel mendasar untuk memecah kebuntuan dan perlambatan pembangunan. "Dengan 200 inovasi unggulan ini, kami ingin memperkuat tradisi inovasi yang berkualitas dan menjadikan kembali Kabupaten Bangka sebagai daerah yang terinovatif, adaptif, kreatif, dan kompetitif di tingkat nasional," ujar dia.

Revitalisasi Sekolah hingga Bantuan BPJS Kesehatan

Beberapa program strategis yang berhasil dikembangkan antara lain revitalisasi sekolah SD dan SMP, bantuan premi BPJS tenaga kerja dan kesehatan masyarakat. Selain itu, ada pembangunan jalan usaha tani dan jalan usaha produksi, rehabilitasi jalan dan jembatan, serta pembangunan rumah layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Program lain mencakup pembangunan jamban bagi masyarakat, bantuan sembako, penurunan kemiskinan ekstrem, penurunan stunting, dan pemberdayaan UMKM. Semua inovasi ini dirancang untuk mendukung visi dan misi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029.

Pendekatan Pentahelix dan Digitalisasi Pajak

Wakil Bupati Bangka Syahbudin mengatakan keberhasilan ekosistem inovasi tidak lepas dari pendekatan kolaboratif. "Kami membangun ekosistem inovasi dengan mengedepankan pelibatan seluruh pemangku kepentingan mulai dari akademisi, dunia usaha, perbankan, media massa dan komunitas, hingga masyarakat umum," jelas Syahbudin.

Di tengah kondisi fiskal yang menantang, beberapa inovasi diarahkan untuk meningkatkan PAD. Dua aplikasi unggulan adalah Sistem Dukungan dan Pelayanan Pajak Kebupaten Bangka (Sedulang) dan Model Pelayanan Masyarakat Jemput Bola Pajak PBB (Mas Jempol). Keduanya mengintegrasikan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), pajak hotel, dan retribusi pasar dalam satu genggaman smartphone.

"Semua inovasi yang berfokus pada digitalisasi dan tata kelola menunjukkan langkah nyata dalam memperkuat kemandirian fiskal sekaligus mendukung agenda pembangunan nasional," kata Syahbudin.

Inovasi Digital dan Non-Digital dari 23 Program

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pan Budi Marwoto merinci inovasi mencakup bidang infrastruktur, sosial, pemberdayaan masyarakat, kesehatan, pendidikan, perumahan, lingkungan, dan tata kelola pemerintahan. "Kami merancang inovasi dengan pendekatan secara komprehensif, kolaboratif dan partisipatif melibatkan berbagai pemangku kepentingan," jelas Pan Budi Marwoto.

Beberapa inovasi yang menonjol antara lain aplikasi JE-MOK KTP, TEMPOR BUDUK, SIMPANG (Sistem Informasi Masyarakat Parit Padang), dan KOLONG SUARA (Kotak Online Langsung Suara Rakyat). Ada pula Lempah (Label Elektronik Masyarakat Penerima Bantuan Kelurahan Kuday), SIAP LAYAN, LAPAR (Layanan Aspirasi Peduli Masyarakat), dan LAH SIAP (Laporan Hasil Realisasi APBDES).

Inovasi lainnya termasuk GAMMIS (Gerakan Membantu Masyarakat Miskin), E-LENTERA (Elektronik Literasi Tata Kelola BUMDes Terara), HARMONI, GELORA (Gerakan Ekonomi Lokal yang Responsif dan Aktif), LAPAK Bukit Betung, GEBER LINTAS, KURMA MANIS, GASKEN (Gerakan Anti Stunting Kolaborasi Kemitraan), SIPEDAS, IN-SKTM, MELON EMAS BANGKA, GERBANG EMAS, SITANGGAP, SIPAD, dan SIYANA.

Bagikan
Sumber: babel.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks