Pencarian

SK Hynix Raup Dana Rp 426 Triliun dari IPO Terbesar di AS, Pemerintah AS Minta Pabrik Dibangun di Amerika

Sabtu, 11 Juli 2026 • 18:53:01 WIB
SK Hynix Raup Dana Rp 426 Triliun dari IPO Terbesar di AS, Pemerintah AS Minta Pabrik Dibangun di Amerika
SK Hynix resmi mencatatkan sahamnya di Nasdaq dengan kode ticker SKHYV pada 10 Juli 2024.

KEPULAUAN BANGKA BELITUNGSK Hynix resmi mencatatkan sahamnya di Nasdaq pada Jumat (10/7) pekan lalu dengan kode ticker sementara SKHYV. Perusahaan menjual 177,9 juta American Depositary Receipts (ADR) dengan harga USD 149 per lembar. Struktur ADR ini memungkinkan investor AS membeli saham SK Hynix dengan harga sekitar sepersepuluh dari harga saham reguler di bursa Seoul.

Saham SK Hynix langsung melesat 14 persen di atas harga IPO pada hari pertama perdagangan. Hingga Jumat siang, harga saham terus menunjukkan tren naik. Padahal, harga jual ADR di AS ini dipatok 2,7 persen lebih mahal dari rata-rata harga saham tiga hari terakhir di Korea Selatan. Meski begitu, permintaan dari investor AS dilaporkan mencapai tujuh kali lipat dari jumlah saham yang tersedia.

Mengapa IPO Ini Begitu Spesial?

Keberhasilan ini terbilang unik karena perusahaan Korea Selatan selama ini kerap mengalami fenomena yang disebut Korea Discount. Investor global biasanya enggan memberi valuasi tinggi pada saham Korea karena faktor tata kelola perusahaan yang rumit, rendahnya imbal balik untuk pemegang saham, ketidakpastian regulasi, serta risiko geopolitik terkait Korea Utara.

SK Hynix berhasil mematahkan stigma itu berkat posisinya sebagai pemasok utama high-bandwidth memory (HBM) untuk Nvidia. HBM adalah komponen krusial dalam prosesor AI GPU yang saat ini permintaannya meledak.

Dana Segar untuk Ekspansi Global

Menurut dokumen resmi perusahaan, dana hasil IPO akan dialokasikan ke tiga proyek besar: pembangunan pabrik baru di Korea Selatan untuk mengatasi kekurangan pasokan memori global akibat AI, fasilitas packaging baru di negara yang sama, serta pembelian mesin EUV scanner—alat vital untuk memproduksi chip generasi terbaru.

Keputusan ini diambil di tengah tekanan dari pemerintah AS. Menteri Perdagangan Howard Lutnick, dalam acara Micron Technology pekan lalu, secara terbuka mengaku telah berdiskusi dengan Samsung dan SK Hynix untuk membangun pabrik di Amerika. Tujuannya jelas: mengurangi dominasi Korea Selatan dalam industri chip memori global.

Persaingan Sengit di Industri Chip

Micron, kompetitor utama SK Hynix yang berbasis di AS, langsung merespons positif. Perusahaan itu mengumumkan rencana investasi USD 250 miliar untuk pabrik baru di AS, yang diklaim akan menciptakan lebih dari 90.000 lapangan kerja. Langkah ini menjadi sinyal bahwa perang investasi chip antara AS dan Korea Selatan semakin memanas.

Yang menarik, desakan Lutnick datang tak lama setelah SK Hynix dan Samsung berkomitmen menggelontorkan dana lebih dari USD 550 miliar untuk pembangunan pabrik baru di Korea Selatan. Situasi ini membuat kedua raksasa chip itu harus pintar-pintar membagi portofolio investasi antara pasar domestik dan permintaan Washington.

Bagi konsumen teknologi di Indonesia, persaingan ini pada akhirnya akan berdampak pada ketersediaan dan harga perangkat. Chip memori yang lebih murah dan melimpah berarti harga laptop, smartphone, hingga server AI berpotensi lebih terjangkau dalam jangka panjang.

Bagikan
Sumber: techcrunch.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks