KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Rombongan mahasiswa yang datang ke kantor Pelindo Regional 4 Makassar tidak langsung menuju area dermaga. Sebelum melangkah ke zona kerja berisiko tinggi, seluruh peserta wajib mengikuti sesi safety induction untuk memahami prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) perusahaan.
Setelah pembekalan keselamatan, para mahasiswa mendapat pemaparan menyeluruh soal ekosistem kepelabuhanan. Manajer Operasi dan Teknik Pelindo Regional 4 Makassar, Burhanuddin, langsung memandu diskusi yang mencakup alur pelayanan kapal, proses bongkar muat, hingga sistem digitalisasi yang kini menjadi tulang punggung Pelabuhan Makassar.
Dialog semakin hidup saat rombongan meninjau titik-titik operasional dermaga. Mahasiswa menggali aspek teknis rekayasa pelabuhan secara mendalam, mulai dari analisis data pasang surut air laut, rencana kedalaman kolam dermaga (draft kapal), hingga spesifikasi bangunan dermaga dan cara menangani sedimentasi.
Investasi SDM untuk Generasi Muda
General Manager Pelindo Regional 4 Makassar, Iwan Sjarifuddin, menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar kunjungan seremonial. “Kami berharap sinergi ini berjalan berkesinambungan. Keterlibatan mahasiswa juga sangat penting untuk membantu mengomunikasikan peran strategis Pelindo sebagai BUMN kepada masyarakat luas,” ujar Iwan.
Menurut Iwan, transfer of knowledge ini merupakan investasi penting bagi generasi muda. Sinergi antara dunia industri dan akademisi diharapkan mampu memperkuat pemahaman mahasiswa dalam konteks Tri Dharma Perguruan Tinggi, di mana teori yang dipelajari di kampus bisa langsung diuji dengan realitas operasional di lapangan.
Bagi para mahasiswa UIM, pengalaman ini menjadi laboratorium hidup. Mereka tidak hanya melihat kapal bersandar, tetapi juga memahami bagaimana data teknis seperti pasang surut air laut mempengaruhi jadwal bongkar muat dan efisiensi logistik di Pelabuhan Makassar—salah satu simpul penting rantai pasok nasional.