PANGKALPINANG — Sebanyak delapan golongan asnaf atau mustahik di Kota Pangkalpinang kembali menerima haknya melalui penyaluran dana zakat yang digelar di halaman kantor Baznas setempat. Acara yang dihadiri jajaran Forkopimda dan perwakilan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung itu juga menjadi momen pemberian Baznas Award 2025 bagi para pengelola Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang dinilai berkinerja terbaik.
Walikota Sebut Zakat 2,5 Persen Bisa Selesaikan Kemiskinan
Dalam sambutannya, Walikota Saparudin menyoroti potensi besar zakat jika dikelola secara kolektif. Ia mengingatkan bahwa ajaran Islam telah mengatur kewajiban zakat sebesar 2,5 persen dari penghasilan bagi mereka yang mampu.
“Islam luar biasa. Allah SWT sudah mengatur. Ketika orang kaya mendapat penghasilan, ada zakat 2,5%, infaq, dan sedekah. Kalau ini semua bergerak, urusan kemiskinan selesai. Tapi masih ada yang pelit,” ujarnya di hadapan pengurus Baznas dan para penerima manfaat.
Pernyataan itu mendapat sambutan hangat dari peserta yang hadir. Walikota juga mendorong masyarakat yang sudah berkecukupan agar tidak ragu menyalurkan zakat melalui Baznas, baik di tingkat provinsi maupun kota, demi memastikan penyaluran tepat sasaran.
Baznas Award untuk 2025: Apresiasi bagi UPZ Berprestasi
Penghargaan Baznas Award 2025 diberikan kepada sejumlah Unit Pengumpul Zakat yang dinilai konsisten dalam menghimpun dan menyalurkan dana umat. Prosesi penyerahan dilakukan langsung oleh Walikota didampingi Ketua Baznas Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Ustadz Zulhadi, dan Ketua Baznas Kota Pangkalpinang, Ustadz Kurnia.
“Baznas Provinsi dan Baznas Kota Pangkalpinang selalu menyalurkan hak-hak bapak ibu semua. Ada juga bantuan berupa perbaikan rumah dan penyaluran lainnya,” tambah Saparudin.
Acara itu turut dihadiri Asisten I Pemprov Babel, Tarmin, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Pemprov Babel Yasir, serta Kepala Cabang Bank Sumsel Syariah Babel. Kehadiran perbankan syariah menandakan sinergi antara lembaga keuangan dan pengelola zakat dalam memperkuat ekosistem filantropi Islam di Babel.
Penyaluran Tepat Sasaran untuk 8 Golongan Asnaf
Baznas Kota Pangkalpinang menegaskan bahwa seluruh dana yang terkumpul disalurkan kepada delapan golongan yang berhak menerima sesuai syariat Islam. Mulai dari fakir, miskin, amil, mualaf, hingga ibnu sabil dan gharimin, semuanya menjadi prioritas dalam program santunan dhuafa tahun ini.
Pemerintah kota berharap dengan adanya Baznas Award, semangat para pengelola zakat semakin meningkat. “Penghargaan ini bukan sekadar seremoni, tapi bentuk tanggung jawab moral agar pengelolaan zakat terus transparan dan profesional,” ujar Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Pemprov Babel, Yasir Mustafa, saat ditemui di sela acara.