Pencarian

Warga Pemali Minta Izin Tambang di Area Aman, DPRD Babel Akomodasi Empat dari Lima Tuntutan

Kamis, 21 Mei 2026 • 17:31:01 WIB
Warga Pemali Minta Izin Tambang di Area Aman, DPRD Babel Akomodasi Empat dari Lima Tuntutan
Warga Pemali mengajukan permohonan izin tambang di area pinggiran yang dianggap lebih aman.

Audiensi antara masyarakat Pemali dan DPRD Babel berlangsung di Ruang Banmus DPRD Babel, Kamis (21/5/2026). Ketua DPRD Babel, Didit Srigusjaya, menyatakan bahwa mayoritas aspirasi warga sudah menemukan titik terang.

"Alhamdulillah dari lima tuntutan, empat tuntutan sudah diakomodir," ujar Didit usai rapat.

Persoalan utama yang belum tuntas adalah soal lokasi tambang. Menurut Didit, masyarakat tidak meminta izin menambang di wilayah inti atau primer yang memiliki potensi bahaya besar. Warga hanya ingin diberi ruang di area pinggiran atau "kulit" tambang yang dinilai lebih aman.

"Keinginan masyarakat untuk menambang itu di bagian kulitnya, bukan di primernya. Karena di primer ini menyangkut keselamatan tenaga kerja," jelasnya.

PT TIMAH Gelar Rapat Lanjutan, DPRD Minta Pengawasan ESDM

DPRD Babel menegaskan tidak ingin persoalan ekonomi masyarakat berbenturan dengan aturan pertambangan dan keselamatan kerja. Opsi tambang di area yang tidak membahayakan pekerja menjadi solusi tengah yang kini didorong.

"Nah, tetapi yang di kulit-kulit ini, di sisi-sisi kulit, yang tidak membahayakan tenaga kerja," tambah Didit.

Untuk mempercepat penyelesaian, PT TIMAH dijadwalkan menggelar rapat lanjutan pada Kamis siang sekitar pukul 13.30 WIB. DPRD Babel juga meminta Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ikut mengawasi proses tersebut.

"Dan Alhamdulillah, Pak Fitri PT TIMAH setengah dua ini akan rapat. Dan saya minta Kepala Dinas ESDM mengawasi itu. Mudah-mudahan ini bisa diwujudkan," kata Didit.

Tambang Rakyat: Dilema Ekonomi vs Keselamatan yang Tak Kunjung Usai

Persoalan tambang rakyat di Bangka Belitung merupakan dilema panjang. Di satu sisi, tambang menjadi sumber penghidupan utama warga. Di sisi lain, aktivitas yang tidak terkelola dengan baik berpotensi memicu konflik, kerusakan lingkungan, dan risiko kecelakaan kerja.

Langkah DPRD Babel membuka ruang dialog dinilai menjadi pendekatan penting agar persoalan tambang tidak terus berujung pada ketegangan di lapangan. Hasil rapat lanjutan antara PT TIMAH, DPRD, dan Dinas ESDM akan menentukan apakah solusi tambang di area aman benar-benar bisa diwujudkan. (*)

Bagikan
Sumber: suarabangka.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks