KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Mengutip laman Logam Mulia, Antam menetapkan harga perak batangan 250 gram di Rp 11.325.000, sedangkan ukuran 500 gram dibanderol Rp 21.725.000. Perusahaan juga masih menjual perak butiran murni dengan kadar 99,95 persen untuk kebutuhan industri dan investasi.
Perak Dunia Menguat, Tapi Risiko Inflasi Masih Membayangi
Di pasar global, harga perak naik 1,6 persen menjadi US$ 65,93 per ons. Namun, penguatan ini belum sepenuhnya lepas dari tekanan. Kenaikan harga minyak dunia kembali memicu kekhawatiran inflasi tinggi, terutama setelah ketegangan geopolitik memanas di hari-hari awal pembicaraan Amerika Serikat dan Iran.
Presiden AS Donald Trump mengancam akan melancarkan aksi militer baru jika Hizbullah terus menyerang Israel. Ia juga memperingatkan Iran agar tidak menutup Selat Hormuz. Di sisi lain, media Iran melaporkan Teheran telah menangguhkan negosiasi sebagai respons atas pernyataan Trump, meskipun sumber lain menyebut pembicaraan masih berlangsung.
Sinyal Hawkish The Fed Tekan Harga Logam Mulia
Harga perak juga tertekan oleh ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat. The Federal Reserve pekan lalu mempertahankan suku bunga tidak berubah, namun mengadopsi nada yang lebih agresif. Sembilan dari 19 pembuat kebijakan The Fed kini mengantisipasi setidaknya satu kenaikan suku bunga tahun ini, dengan potensi realisasi paling cepat September 2026.
Kondisi ini membuat dolar AS bertahan di level tertinggi dalam satu tahun. Dolar yang kuat membuat logam mulia—termasuk emas dan perak—semakin mahal bagi pemegang mata uang lain, sehingga menekan permintaan global.
Emas Ikut Tertekan, Prospek Bergantung pada Geopolitik
Pada Jumat (19/6/2026), harga emas spot turun 0,6 persen ke US$ 4.184,33 per ons. Sepanjang pekan lalu, emas terkoreksi 0,9 persen. Kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Agustus juga melemah ke US$ 4.202,10.
Chief Market Analyst KCM Trade, Tim Waterer, mengatakan reli emas yang sempat terdorong oleh prospek damai AS-Iran ternyata berumur pendek. “Dolar yang kembali menguat, didukung oleh nada hawkish baru The Fed di bawah Kevin Warsh, telah mencuri perhatian,” ujarnya.
Goldman Sachs memperkirakan harga perak masih akan volatil dalam jangka pendek, dengan support kuat di level US$ 64,50 per ons. Keputusan The Fed dan perkembangan negosiasi AS-Iran menjadi katalis utama yang patut dicermati investor.