KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Kabarnya, insentif untuk pembelian kendaraan listrik—baik motor maupun mobil—masih menggantung hingga saat ini. Alhasil, calon pembeli yang tadinya antusias beralih ke EV memutuskan untuk wait and see. Situasi ini langsung terasa di lantai dealer, di mana lalu lintas konsumen yang serius bertanya soal pembelian kendaraan listrik menurun drastis.
Konsumen Pilih Tahan Dulu, Dealer Sepi Peminat
Menurut informasi yang dihimpun dari beberapa jaringan dealer, mayoritas konsumen yang datang hanya sekadar melihat atau melakukan test ride tanpa ada niat beli dalam waktu dekat. Mereka menunggu kepastian berapa besar potongan harga yang akan diberikan pemerintah.
“Banyak yang tanya, ‘kapan insentifnya keluar?’. Kalau belum jelas, mereka bilang tunggu dulu,” ujar salah satu tenaga penjual di dealer kendaraan listrik di kawasan Jakarta Selatan. Pola ini terjadi sejak beberapa bulan terakhir, memperkuat sinyal bahwa insentif menjadi pemicu utama keputusan beli.
Target Pemerintah Terancam Jika Tak Ada Kepastian
Pemerintah sebelumnya menargetkan satu juta unit kendaraan listrik beroperasi di jalan raya pada 2030. Namun, tanpa kepastian insentif—seperti potongan PPN atau bantuan pembelian untuk motor listrik—realisasi angka itu diragukan bisa tercapai. Industri otomotif menilai faktor kepastian lebih penting ketimbang besaran nominal insentif itu sendiri.
“Bukan soal besarannya saja, tapi kepastian kapan mulai dan berapa lama. Konsumen perlu hitung-hitungan yang jelas,” tambah sumber yang sama. Ketidakjelasan ini juga membuat pabrikan enggan menggenjot produksi karena khawatir stok menumpuk.
Harapan Pelaku Industri: Segera Rampung, Jangan Setengah Hati
Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli) dan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) beberapa kali menyampaikan harapan serupa. Mereka mendesak agar beleid insentif segera diteken, setidaknya sebelum pertengahan tahun. Jika molor lagi, dampaknya bukan hanya ke konsumen, tapi juga ke rantai pasok komponen lokal.
“Kami sudah siap secara produksi. Yang kurang hanya satu: kepastian dari pusat,” ujar perwakilan salah satu ATPM motor listrik. Tanpa itu, kata dia, sulit bagi dealer untuk melakukan promosi besar-besaran atau memberikan paket cicilan khusus.
Apa yang Bisa Dilakukan Konsumen Saat Ini?
Bagi konsumen yang sudah mantap beralih ke kendaraan listrik, opsi terbaik saat ini adalah memantau pengumuman resmi dari Kementerian Perindustrian dan Kementerian Keuangan. Beberapa dealer juga mulai menawarkan promo mandiri—seperti cashback atau bonus aksesori—sebagai pengganti insentif yang belum cair. Namun, jumlahnya terbatas dan tidak semua merek memberikannya.
Artinya, untuk sementara, kesabaran menjadi kunci. Begitu insentif resmi diumumkan, permintaan diprediksi langsung melonjak. Pertanyaannya, kapan?.