KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Subsidi ini hanya berlaku untuk kendaraan listrik baterai (BEV), sementara mobil hybrid bensin-listrik tidak memenuhi syarat. Untuk pembeli sepeda motor dan skuter listrik, insentif tahun pertama mencapai 30.000 rupee atau sekitar Rp5,7 juta, lalu menurun menjadi 10.000 rupee pada tahun ketiga. Selain subsidi tunai, pembeli mobil listrik dengan harga tidak lebih dari 3 juta rupee juga dibebaskan dari pajak jalan dan biaya pendaftaran yang biasanya mencapai 4–10 persen dari nilai kendaraan.
Larangan Registrasi Motor Bensin Dimulai 2028
Pemerintah New Delhi tidak hanya memberi insentif, tetapi juga menyiapkan batasan bertahap. Mulai 2027, registrasi baru hanya akan diterbitkan untuk minivan listrik dan kendaraan roda tiga. Setahun berselang, aturan yang sama diterapkan pada sepeda motor dan skuter, yang berarti tidak ada lagi pendaftaran kendaraan baru bertenaga bensin di kategori tersebut.
Langkah ini diambil karena emisi kendaraan menyumbang rata-rata 23 persen dari polutan udara di New Delhi. Sepeda motor, skuter, dan becak motor mencakup lebih dari dua pertiga dari puluhan juta kendaraan yang beroperasi di kota tersebut. Pada 2025, konsentrasi rata-rata tahunan partikel PM2.5 mencapai 99,6 mikrogram/m³, jauh melampaui batas yang direkomendasikan Organisasi Kesehatan Dunia.
Bukan Sekadar Mengganti Mesin, Infrastruktur Juga Jadi PR
Pemerintah berkomitmen membangun lebih dari 32.000 titik pengisian daya publik. Namun, para aktivis lingkungan mengingatkan bahwa kendaraan listrik bukan solusi tunggal. Meski tidak mengeluarkan asap knalpot, EV tetap menghasilkan debu dari ban, rem, dan permukaan jalan. Polusi di New Delhi juga berasal dari konstruksi, pembakaran sampah, produksi industri, generator diesel, dan pembakaran limbah pertanian di negara bagian tetangga.
Para ahli menilai kota ini perlu berinvestasi lebih besar pada bus, trem, jalur sepeda, dan trotoar pejalan kaki. Jaringan pengisian daya juga harus diperluas ke lingkungan berpenghasilan rendah dan area komersial, bukan hanya terkonsentrasi di daerah kaya. Efektivitas jangka panjang kebijakan ini sangat bergantung pada pengurangan penggunaan bahan bakar fosil dalam produksi listrik serta pembangunan sistem pengumpulan dan daur ulang baterai yang aman.