Pencarian

Harga Pertamax dan Pertamax Green Resmi Naik, Pengamat: Pelemahan Rupiah Makin Memberatkan Pertamina

Rabu, 10 Juni 2026 • 14:11:31 WIB
Harga Pertamax dan Pertamax Green Resmi Naik, Pengamat: Pelemahan Rupiah Makin Memberatkan Pertamina
Harga Pertamax dan Pertamax Green resmi naik mulai bulan Juni 2024.

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Kenaikan harga BBM nonsubsidi ini langsung berlaku setelah pemerintah melakukan evaluasi dan mengacu pada formula yang berlaku. Sebelumnya, harga Pertamax berada di level Rp12.300 per liter, sementara Pertamax Green 95 sebesar Rp12.900 per liter. Artinya, ada lonjakan harga yang cukup signifikan untuk kedua jenis bahan bakar tersebut.

Mengapa Kenaikan Ini Tak Terhindarkan?

Olo Berto Siahaan menjelaskan, Pertamax dan Pertamax Green merupakan BBM nonsubsidi yang tidak masuk dalam kategori Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) atau Jenis BBM Tertentu (JBT) seperti Pertalite dan Biosolar. Karena statusnya berbeda, penetapan harga harus mengikuti kondisi keekonomian dan formula yang sudah ditetapkan.

"Penyesuaian harga Pertamax pada dasarnya harus dilakukan oleh Pertamina, karena beban menahan harga Pertamax yang tidak termasuk JBKP/JBT seperti Pertalite dan Biosolar, tidak ada landasan hukum yang kedepannya dapat menjadi potensi kerugian negara," ujar Olo Berto kepada TAMBANG, Rabu (10/6).

Ia menambahkan, langkah ini menjadi salah satu cara untuk menjaga kesehatan keuangan perusahaan dan memastikan pasokan BBM tetap tersedia bagi masyarakat.

Pelemahan Rupiah Jadi Tekanan Tambahan

Selain harga minyak dan produk BBM di pasar internasional yang fluktuatif, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ikut memperberat beban Pertamina. Olo Berto menilai, kondisi ini menambah tekanan terhadap biaya pengadaan energi yang harus ditanggung perusahaan.

"Dengan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap USD juga berpotensi menambah berat beban Pertamina dalam menyuplai pasokan BBM," imbuhnya.

Tanggapan Resmi Pertamina

Sekretaris Perusahaan PT Pertamina Patra Niaga, Roberth M.V. Dumatubun, menyatakan bahwa penyesuaian harga ini dilakukan setelah melalui proses evaluasi yang matang. Keputusan ini mengacu pada formula yang telah ditetapkan pemerintah, sehingga bukan kebijakan sepihak dari Pertamina.

Kenaikan harga ini tentu berdampak langsung pada konsumen, terutama pengguna kendaraan pribadi yang selama ini mengandalkan Pertamax. Dengan harga baru yang lebih tinggi, masyarakat dihadapkan pada pilihan untuk beralih ke BBM subsidi atau menyesuaikan anggaran transportasi harian mereka.

Ke depan, pergerakan harga BBM nonsubsidi akan sangat bergantung pada stabilitas nilai tukar rupiah dan tren harga minyak global. Jika tekanan eksternal terus berlanjut, bukan tidak mungkin akan ada penyesuaian harga lebih lanjut dalam beberapa bulan ke depan.

Bagikan
Sumber: tambang.co.id

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks